PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Mengais Hikmah Kasus LHI
By: Nandang Burhanudin
****

Bagi saya, kasus LHI memberikan hikmah berikut:

1. Dosa-dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kemudian LUPA/LALAI mentaubatinya, maka Allah akan membukakan tabir dosa-dosa itu. Tujuannya agar siapapun pelakunya, segera bersimpuh dalam taubat nashuha. Dosa, khilaf, dan kesalahan yang dibuka dan ditaubati di dunia, maka Allah akan memupusnya di akhirat.

2. Jika memang seseorang itu sudah nampak kesalahan dan dosanya, maka tugas kita adalah mengambil pelajaran bahwa ternyata dosa-khilaf-dan kesalahan itulah penyebab tertundanya kemenangan. Allah berkehendak, menjewer siapapun agar tidak lalai dengan misi dan visi besar perjuangan.

Menyerap Saripati Dakwah
By: Nandang Burhanudin
****

Alkisah, pada era tahun 90-an, ramai pelajar-mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di negeri 1000 menara, negeri Al-Azhar, negeri yang Alllah firmankan sebagai negeri aman kendati dipimpin oleh Fir'aun. Saya sendiri menikmati suasana itu di tahun 1996, sebelum tragedi krsmon yang melanda Indonesia.

Saat krismon itulah dan sebelumnya, saya sering menemukan pemandangan yang fenomenal dari perilaku dan gerak-gerik para agent of change di Mesir. Karena ternyata, sangat banyak ragam mahasiswa ada sesuai dengan latarbelakang dan niat awal belajar ke Mesir.

Singkat cerita, dari sekian ribu pelajar-mahasiswa di Mesir, ada pemandangan yang jamak terjadi; yaitu terekrutnya pelajar-mahasiswa baru ke dalam kafilah dakwah tarbawiyah. Kelak di kemudian hari, tunas-tunas inilah yang menjadi penopang gerakan tarbiyah di Indonesia hingga saat ini.

Pancasila Cinta
By: Nandang Burhanudin
*****

Cinta tersusun dari lima kata
Diawali huruf "C" ditutup dengan huruf "A"
C adalah Cahaya yang menyinari jiwa
Karenanya berbinar wajah baik muda hingga yang tua
Tanpa Cinta dunia merana bahkan hidup seakan hampa

I adalah Ikhlas
Cinta tanpa ikhlas selalu berbuah malas
Gayung tak bersambut, kata tak berjawab, bahkan pantun tak terbalas
Karena Ikhlas, Cinta selalu melegenda mengangkat jiwa naik kelas
Ikhlas membuat siapapun rela berkorban tanpa menunggu balas

PKS; Belajarlah dari Ikhwanul Muslimin
By: Nandang Burhanudin
****

Ikhwanul Muslimin kini, menjadi satu-satunya gerakan Islam yang fikroh dan pengaruhnya mendunia. Sukses bukan hanya sekedar meraih kekuasaan, tapi juga sukses karena merebut simpatik dan dukungan masyarakat yang makin hari makin luas. Ikhwanul Muslimin benar-benar memahami pesan Syaikh Al-Ghazali, "Menaklukkan hati masyarakat jauh lebih sulit daripada menaklukkan negara. Karena jika sukses menaklukkan masyarakat, negara bisa diformat ulang."

Terbukti, walau Presiden Moursi tidak meraih single majority saat Pilpres, tapi kerja dan kinerja yang ditampilkannya telah menghipnotis semua kalangan. Bahkan ciri dari kesuksesannya adalah; saat Israel didukung kaum Liberal-Sekuler-elemen muslim ambigu, berusaha merongrong dan terus mengganggu kepemimpinan Moursi dengan isu-isu yang berbeda tapi berujung sama: TURUNKAN Moursi! Hal ini sesuai dengan pesanan dari Panglima Militer Israel, "Jika Ikhwanul Muslimin berkuasa, maka wajib bagi kami melengserkan dari kekuasaan."

Turki.  Saya sedang menulis tulisan di salah satu media ketika saya mendengar suara ribut-ribut dari jalan utama dekat dengan asrama. Tadi malam saya dengar bahwa massa di Taksim akan menjadi lebih banyak lagi. Rombongan itu kemungkinan akan menuju ke Taksim. Saya coba berkonsentrasi menulis tentang tulisan itu, tapi rasa penasaran saya mengalahkan segalanya—lagi. Akhirnya saya keluar dari asrama dan menyusuri jalan untuk menuju jalan utama, saya berniat hanya melihat gerombolan lima menit sehingga saya hanya membawa telepon genggam. Sebelum sampai jalan utama saya sudah dikejutkan dengan pemandangan yang tidak pernah saya duga. Gerombolan beberapa pemuda dan bapak-bapak terus mengibarkan bendera Turki dan juga bendera Partai AKP [Partai Erdoğan]. Saya tambah penasaran ketika saya mengalihkan pandangan ke arah kiri, semakin banyak massa bergabung. Apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Kader PKS: PEJUANG Tidak Sama Dengan Penunggu Keajaiban
By: Nandang Burhanudin
*****

PKS itu mirip bunga desa yang selalu diburu dan tak pernah layu walau diterpa kemarau hingga hujan berbatu. Konon thesis saya berjudul Penerapan Syariat Islam Menurut PKS yang diloloskan UI, bahkan masuk dalam deretan bibliografi dan disimpan apik di Australian National Universty.

Kini, setelah kasus LHI digantung tak berpangkal bahkan tak berujung, tak kurang lebih satu bulan lamanya PKS menghiasi layar kaca dan media nasional dari yang online hingga cetak. Dari acara beken semacam ILC hingga acara Khazanah, bahkan acara komedi di Trans TV dan ANTV: LHI dan Sapi seakan inheren. Dosa PKS adalah dosa almuubiqoot, tanpa melihat asas praduga tak bersalah dan logika hukum yang mengalahkan nurani dan psikologis hukum itu sendiri. Pokoke jika PKS yang tersandung kasus, saatnya semua pihak bergoyang dan menggoyang. Jika perlu goyangannya mengalahkan goyang patah-patah, goyang ngebor, goyang itik, apalagi goyang molen.

Penjual Gorengan Itu Kini Memimpin Jabar

Bandung: Ahmad Heryawan atau Aher kembali menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun melantik Aher bersama Wakil Gubernur terpilih Deddy Mizwar di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Kamis (13/6).

Dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, pasangan Aher-Deddy sukses menyingkirkan empat pasang kandidat lain. Termasuk Dede Yusuf yang mendampingi Aher sebagai Wakil Gubernur pada periode 2008-2013.

Aher lahir di Sukabumi pada 19 Juni 1966. Ia bukan berasal dari keluarga berpunya. Meski demikian, kondisi itu bukan alasan dirinya tak mendapat pendidikan. Untuk memenuhi cita-citanya, ia menjual gorengan buatan tetangga ke sepanjang jalan menuju sekolahnya.

Gegap gempitanya pemberitaan PKS di berbagai media menjadi  hal menarik untuk didisukusikan. Beberapa artikel terkait Partai Keadilan Sejahtera yang saya tuliskan, Saya mendapati  beberapa polemik yang belum terjawab oleh PKS. Polemik itu senatiasa dimunculkan oleh haters PKS di media-media. Kesan yang saya rasakan adalah Rakyat Indonesia seakan bermain teka-teki silang dengan PKS. Inilah yang disebut oleh Anis Matta dalam pidatonya, “ Jika kita ingin memenangkan sebuah pertarungan, maka kita harus melakukan strategi pemenangan  yang berbeda dari  yang biasa dilakukan oleh lawan”.

Dengan demikian, para haters  atau lawan PKS makin bingung menebak arah dan alur PKS berlayar. Pertanyaan para pembenci PKS inilah yang mengobrak-abrik perasaan cinta saya terhadap PKS. Parasaan ini pula yang mengantarkan saya untuk menjadi penulis opini di media untuk menjawab pertanyaan yang sengaja dipanaskan oleh sebagian pembenci PKS.

30 JUNI 2013: MENGUNGKAP SKENARIO di BALIK KUDETA MOURSI
By: Nandang Burhanudin

****


Koran Asy-Sa'b Al-Jadid mengungkapkan, rancangan makar yang dilakukan aparat keamanan dari kepolisian untuk mengkudeta Moursi tepat tanggal 30 Juni 2013, seiring dengan gerakan Tamarrud (pembangkangan).
Thariq Al-Gauhari, Jenderal bintang satu dan mantan Komandan yang bertangungjawab atas keamanan kediaman Presiden Moursi mengatakan,
1. "Saya peringatkan akan terjadinya konspirasi makar oleh beberapa perwira menengah dari Kementrian Dalam Negeri melawan Presiden Moursi, tanggal 30 Juni nanti.


MUSYAWARAH MUI DENGAN 37 ORMAS ISLAM DAN MINANGKABAU; SEMUA SEPAKAT TOLAK LIPPO BLOK DAN RS SILOAM

Satu kata; Tolak Siloam!!! Itulah kesimpulan yang diambil dari musyawarah MUI Sumbar dengan Ormas Islam dan organisasi kaum Adat Minangkabau dalam musyawarah di ruang rapat Masjid Nurul Iman Padang (Selasa,2/6).

LKAAM yang diwakili oleh Buya M. Nasir Dt. Sampono Batuah mengatakan bahwa kita wajib menjaga anak kemenakan kita dari pemurtadan. Keberadaan Lippo Blok dan RS Siloam jelas membahayakan; “walaupun kawek nan dibantuak, ikan di lauik nan dituju, kilek camin lah kamuko, kilek baliuang lah ka kaki.” Kita harus larang dan tolak dari sekarang, kalau sudah besar kita tak akan mampu berbuat apa-apa.

Foto Rekayasa
Di tengah gencarnya sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak kenaikan harga BBM, muncul spanduk palsu bernada provokasi menurunkan SBY-Boediono. Selain itu, di media sosial juga beredar foto rekayasa.

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim mengatakan spanduk resmi partai tidak melenceng dari sikap terhadap kenaikan BBM. "Tidak melebar ke isu lain," kata Hakim, Jum’at (7/6).


Hakim meminta masyarakat hati-hati jika menemukan spanduk PKS yang bernada provokasi. Spanduk yang disebar PKS lebih pada upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait sikap penolakan kenaikan BBM. Jika ada spanduk turunkan SBY pasti bukan dari struktur dan kader PKS.

Bahan bakar minyak (BBM) merupakan hajat hidup seluruh rakyat. BBM merupakan stimulus penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah telah merencanakan untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi pada pertengahan tahun 2013 ini. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, karena banyak mudharat dibandingkan manfaat bagi rakyat. Penolakan PKS didasari oleh sejumlah argumentasi sebagai berikut:
 

1. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan meningkatkan jumlah rakyat miskin. Menurut perhitungan pemerintah rakyat miskin akan bertambah 4 juta jiwa lebih. Perhitungan pemerintah ini secara umum sangat konservatif. Dampak terhadap kemiskinan akan lebih besar dan bahkan juga akan menambah jumlah masyarakat yang mendekati miskin (near poor) semakin besar. Peneliti LIPI memperkirakan rakyat miskin akan bertambah 25 juta jiwa karena kebijakan ini.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan bagian dari partai politik (parpol) internasional menyatakan tidak akan ikut ambil bagian dalam Pemilu di Indonesia pada Pemilu 2014. Namun, sebagaimana pada pemilu-pemilu sebelumnya, HTI akan mengeluarkan pernyataan resmi kepada seluruh anggotanya di berbagai penjuru Tanah Air untuk menyalurkan aspirasi kepada parpol-parpol di Indonesia yang memiliki platform, konsepsi, dan tujuan yang jelas bagi terwujudnya Khilafah Islamiyah dan tidak diarahkan kepada parpol tertentu.

 

TADZKIROH DSP PKS : Menghindari Hal-hal yang Menimbulkan Fitnah

Dewan Syariah Pusat (DSP) Partai Keadilan Sejahtera mengeluarkan arahan dan tadzkiroh kepada seluruh umat Islam Indonesia pada umumnya dan kader-kader PKS pada khususnya agar menghidari hal-hal yang berbau fitnah mengingat prahara politik akhir-akhir ini
yang menimpa PKS. berikut tadzkiroh dari DSP PKS:

TADZKIROH

DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

NOMOR: 14/TK/DSP-PKS/1434 H

TENTANG

MENGHINDARI HAL-HAL YANG MENIMBULKAN FITNAH

:::::::: SENYUM NYA HENDROPRIYONO, BADAI BAGI PKS ::::::::

Trilogi Bagian kedua


Analogi kecemasan dari Hendropriyono bila fenomena PKS melebihi ekspektasi lembaga survey yang ada dan Bukan hal mimpi, seandainya pada tahun 2014, posisi PKS 3 besar, berarti pada pilpres, PKS dapat mengajukan calon presiden sendiri dgn pertimbangan bargaining position sbg partai 3 besar.
Hendropriyono sudah dapat menganalisa sejak 2001-2004 ketika dirinya menjabat kepala BIN Ditambah motif pesanan sewaktu masa Pangkopkamtib tahun 1983-1988 dibawah pimpinan LB MOERDANI

Ditahun1985-1987, Hendropriyono menjabat Asisten Intelejen Kodam V Jaya

Ditahun 1987-1991 Hendropriyono menjabat Danrem Garuda Hitam lampung dan bersamaan tahun tersebut terjadilah peristiwa Talangsari

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menegaskan, PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Menurutnya, penolakan itu telah diputuskan dalam pleno fraksi dan sudah disetujui oleh DPP PKS.
"Itu sebagai bentuk menyikapi aspirasi dari masyarakat," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (31/5) sperti dikutip Jpnn.com.


Pemerintah sudah dua kali menaikkan harga BBM. Partai yang kini dipimpin Anis Matta itu pernah mengusulkan untuk meningkatkan sektor energi sehingga tidak ada lagi kenaikan BBM.

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).