PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi


*Setelah Khatam Hafalan Al-Qur'an 30 Juz, Hakam dan Zaki Khatamkan Hadits Arba'in An Nawawiyah*

*SMPIT Nurul Islam Tengaran --* Akhir tahun 2016, Hakam Arkam dan M. Zaki Ash-Shidiqi, keduanya tercatat sebagai siswa kelas 9 SMPIT Nurul Islam Tengaran dengan izin Allah telah merampungkan tahfizh (hafalan) Al-Qur'an 30 juz. Terhitung masa 2 tahun mereka menyelesaikannya.

Termaktub dalam khazanah Islam bahwa sumber utama referensi syariah agama yang paling pertama adalah Al-Qur'an. Yang Allah sebut orang yang mempelajari dan mengajarkannya sebagai sebaik-baik golongan umat ini. Sumber referensi berikutnya adalah hadits Nabi saw. 


Yang paling populer di antara koleksi hadits yang telah disarikan menjadi kumpulan lengkap, padat, dan ringkas adalah Al-Arba'in An-Nawawiyah.

Hadits Arba'in Nawawi merangkum sebanyak 42 hadits Nabi saw yang berisi pokok-pokok agama. Disusun oleh Imam Nawawi. Setiap hadits yang beliau masukkan ke dalam Arba'in ini merupakan landasan yang penting dari dasar-dasar agama Islam, di mana para ulama mengatakannya sebagai poros Islam, atau separuh agama Islam, atau sepertiganya atau komentar-komentar semacam itu.

Dengan izin Allah, setelah mengkhatamkan Al-Qur'an Hakam dan Zaki melanjutkan program hafalan Hadits Arba'in Nawawi. Dan telah berhasil mereka selesaikan di bulan Februari 2017 ini. Semoga menjadi bekal tambahan mereka dalam memegang teguh ajaran agama Islam dan mendakwahkannya.

_"Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur'an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw (hadist/sunnah)."_
(red/umar)

-----------------------------------------

http://smpit-nurulislam.sch.id/…/setelah-khatam-hafalan-al-…

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).