PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

 

Akmal Sjafril  
@malakmalakmal 
 



 

01. Menyambut #15TahunPKS, saya ingin ikut berkontribusi. Sekedar sumbang cerita.
 

02. Saya bukan Qiyadah, karena itu, saya tidak ikut Rapimnas ke Semarang. Jadi, nge-tweet aja deh :)
 

03. Di PKS, sy bukan siapa2. Anehnya, kalau ada apa2 soal PKS, ada aja yg nanya ke saya.
 

04. Ini bukan kasus saya saja. Diam2, banyak sekali kader PKS yg mengalami hal yg sama.
 

05. Mereka, seperti saya, cuma kader biasa. Tapi kalau ada berita soal PKS, di mana2 responnya luar biasa.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaarakaatuh.
 
Saudara-saudaraku yang saya cintai. Hari ini kita merayakan hari jadi partai kita yang ke-15. Dan setiap kali kita memperingati hari jadi ini, haruslah selalu kita ingat bahwa hari jadi PKS itu juga adalah hari jadi reformasi Indonesia. Kita adalah anak reformasi yang sah. Tapi saudara-saudara sekalian, sesunggguhnya kita tidak sedang memperingati hari jadi sebuah partai politik. Tetapi yang sesungguhnya kita peringati adalah lahirnya sebuah cita-cita. Lahirnya sebuah generasi. Sebab partai politik sejatinya adalah mesin ideologi, bukan kendaraan pribadi menuju kekuasaan.

Kita adalah generasi baru Indonesia yang telah melawan tirani, melawan otoritariansme dan mencetuskan reformasi. Lalu kemudian ikut mengawal jalannya transisi menuju demokrasi selama 15 tahun. Dan sekarang. Dan sekarang. Dan sekarang, kita siap membawa indonesia menuju negara demokrasi yg matang dan dewasa yang adil dan sejahtera. Oleh karena itu saya ingin mencanangkan tahun ini. Tahun 2013 sebagai tahun kebangkitan generasi baru Indonesia. Dan kita adalah ruh dari generasi Indonesia itu.

Pemain belakang Persib Bandung, Abanda Herman kini resmi memluk agama islam setelah membaca dua kalimat syahadat di Masjid Nurul Iman, Jalan Desa, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Di masjid yang tidak jauh dari rumah manajer Persib, Umuh Muchtar ini, Abanda yang lahir di Yaounde, Kamerun pada 20 Februari 1984 membaca dua kalimat syahadat dihadapan pemuka agama, ratusan masyarakat, pemain dan manajemen Persib Bandung.



Setelah mendapat aduan dari orang-orang yang tidak suka terhadap acara khazanah di Trans 7 yang sering menggaungkan dakwah tauhid, akhirnya  KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mengundang pihak Trans 7 untuk melakukan mediasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan beberapa Ormas Islam. Acara itu berlangsung siang tadi, Rabu (17/4) di gedung KPI Pusat, Jakarta.

Diawal pertemuan, Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, dan Komisioner KPI Pusat bidang Kelembagaan, Idy Muzayyad, yang juga didampingi Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto, menyampaikan maksud serta tujuan diadakannya pertemuan tersebut.

“Kami KPI selalu menerima pengaduan yang masuk kepada kami dan meresponnya dengan cepat. Sesuai dengan amanat UU dalam menerima pengaduan maka kami harus meresponnya. Kami sering melakukan dialog seperti ini dan ini cara kami dalam merespon semua aduan. Kami juga mengundang pihak yang berkompeten dalam hal ini MUI sebagai ahlinya. Semoga kita bisa menyikapi ini secara bijaksana. Itu yang kami sampaikan dalam mediasi dan klarifikasi seperti ini. Pendapat dan masukan akan kita respon dalam diskusi ini,” jelas Mochamad Riyanto.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsNFy6Bz2yeaihvNWPzmSLi_nuF7hWyVNaOZT8MabNBwKivTM0eG6hU3yvoCOOYkgA4TjkIPUXNzHZDFNcu0sSOpTwq4HBPdiVK1VnFwI9XCMyO_p0WNRhtLqDjO71yhl5p1ZBMrinzCk/s1600/miss+world.jpgBahaya Miss World, Star Academy, X-Faktor
By: Nandang Burhanudin
****

Jika di Indonesia marak program pencarian bakat, mulai yang membebek AS dengan Indonesian Idol, Big-Brother, X-Faktor, hingga yang lokal: IMB (Indonesia Mencari Bakat), ternyata negara-negara Arab pun tengah dihebohkan oleh program acara Star Academy yang mulai mewabah dari Libanon hingga Saudi Arabia, negeri yang di dalamnya terdapat kiblat dan tanah suci umat Islam.

Tak jauh beda dengan Miss World, program Star Academy pun menjadi magnet bagi kerumunan kaum hawa dan tampilnya wanita-wanita suci yang mengumbar aurat hingga kelihatan aurat-aurat utamanya. Tentu ini menjadi reality TV Show yang membuat stasiun TV Lebanese Broadcasting Corporation (LBC) laris manis. Hingga Imam Masji Al-Haram, Syaikh Sudais menentang keras acara tersebut dengan bahasa Star Academy ‘weapon of mass destruction’ yang jauh lebih berbahaya daripada bom nuklir.

MK Menyatakan Dalil Permohonan Pemohon Effendi Simbolon Tidak Beralasan Menurut Hukum

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak secara keseluruhan permohononan gugatan Perselisihan Hasil Pemilukada Sumatera Utara yang diajukan 2 pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, yakni Irawan Pasaribu-Soekirman dan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi.

Dengan begitu, Keputusan KPU yang menyatakan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi (Ganteng) menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut untuk periode 2013-2018 tetap sah.

"Menyatakan, menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Konstitusi, Akil Mochtar saat membacakan amar putusan di Gedung, MK, Jakarta, Senin (15/4/2013).

Berbagai cara dilakukan para siswa menjelang Ujian Nasional (UN) di Jombang. Dari yang syar’i hingga yang syirik. 

Selain belajar, pensil yang bakal digunakan mengerjakan soal diberi rajah dan dijampi-jampi. Ritual itu dilakukan puluhan siswa Madarasah Aliyah (MA) Al Ihsan, Desa Kalikejambon Kecamatan Tembelang Jombang. Pensil para siswa ini dikumpulkan dan diberi rajah oleh seorang kyai.

Sebelum melakukan ritual tersebut, para siswa terlebih dulu melakukan shalat dhuha dan istighasah di mushala sekolah setempat. Seusai berdoa, mereka bermaaf-maafan sesama temannya.

Selanjutnya, dengan membawa pensil 2B dan penghapus yang akan dipakai mengerjakan soal UN, para siswa mendekat ke seorang kyai bernama KH Abdul Hakim. Satu per satu pensil mereka dirajah menggunakan tulisan Arab.

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).