PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Assalamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Ta’ala atas qudrah dan iradah-Nya.

Kami beserta segenap team telah melakukan ikhtiar semaksimal kemampuan kami hingga detik terakhir. Namun demikian, disebabkan mepetnya waktu yang tersedia, kami sulit mendapatkan pasangan.
Kami tidak bisa mengikuti kontestasi Pemilukada Karanganyar 2018 ini.

Terima kasih kami haturkan kepada beberapa partai yang telah setia menyertai kami sampai detik terakhir. Kami juga selalu bersilaturahim kepada para tokoh masyarakat dan alim ulama untuk meminta wejangan dan nasehatnya.

Seluruh rekan baik kader maupun masyarakat luas telah membantu, mencarikan jalan keluar serta doa dan dukungannya, maka atas semua itu kami ucapkan terima kasih setulus-tulusnya.

Tetep Semangat Bersama Pak Rohadi

Terkait dinamika pilkada karanganyar dan melihat 'kegalauan' temen2 di lapangan, ada nasihat menyejukkan dan menguatkan dari seorang temen jauh tapi dekat di hati... :-)
____________________
Ora popo Om, insya Alloh ini skenario indah yang Dia buat untuk naik tingkat. Soale rodo angel nggolek alur cerita dramatis koyo ngene iki.
Kan 3 tahun yang lalu, dalam tadabbur Surat An-Nashr (bukber di DPD) sudah kita sampaikan: fasabbih bihamdi robbika wastaghfirh!
Istighfar itu simbol kewaspadaan dan mawas diri. Yang bisa terwujud dalam beberapa hal:

1. Bisa dengan mawas diri atas kekhilafan dan kesalahan yang dibuat saat proses perjuangan.

Langkah Juliyatmono Ceraikan Rohadi Disayangkan

KARANGANYAR- Tokoh Islam di Karanganyar menyayangkan langkah Juliyatmono menceraikan Rohadi Widodo dan memilih Rober Christanto dari PDIP. Mereka sebetulnya berharap pasangan itu tetap maju meneruskan kepemimpinan. "Kami sayangkan pisahnya pasangan itu dan banyak pertanyaan senada di masyarakat soal itu. Kenapa Juliyatmono tega pisah dengan Rohadi.

Sampai detik terakhir tidak ada isu pecah kongsi sedikit pun, bahkan ketika ketemu di forum Majelis Ulama sekalipun," kata Syamsuri, Ketua Muhammadiyah Karanganyar, kemarin. Kepada Suara Merdeka, dia mengatakan, pihaknya sudah bertemu para tokoh Islam lainnya di forum MUI maupun FKUB, semua memperbincangkan alasan Juliyatmono.


Ust.Mashadi di antara Pimpinan PKS

Jakarta (12/10) -- Ada suasana yang mengharukan yang datang dari barisan bangku para pimpinan PKS. Saat Ustadz Mashadi yang merupakan salah satu pendiri Partai Keadilan datang dan menemui pimpinan PKS di Aksi Bela Palestina, Ahad (10/12/2017).

Sontak, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal dan jajaran Pimpinan DPP PKS dan DPW Jakarta lainnya langsung berebut untuk mencium tangan tokoh yang duduk di kursi roda itu.

Ketika Sohibul Iman, mencium takzim tangan Ustadz Mashadi, Ustadz Mashadipun menitikan air mata dan memeluk erat Sohibul Iman dan diikuti oleh pimpinan PKS lainnya. Sehingga, suasana semakin haru.

KRONOLOGIS & KLARIFIKASI RESMI USTADZ ABDUL SOMAD

1. Kamis, 7 Desember 2017

Saya mendapat berita di group WA bahwa KRB menetapkan syarat bahwa saya diterima di Bali jika mau berikrar di Rumah Kebangsaan.

Saya menolak karena:

A. Saya bukan pemberontak
B. Saya tidak terdaftar di ormas terlarang
C. Saya mendapat beasiswa Mesir-Indonesia tahun 1998 setelah lulus Pancasila dan P4. Saya lulus tes PNS 2008 karena bukan anti Pancasila. Sampai sekarang mengajarkan cinta kebangsaan dari kampus sampai desa terpencil.

Tafsir Surat Al Kafirun



قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)
1. Katakanlah (Muhammad): "Wahai orang-orang kafir."
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah
3. Kalian pun tidak menyembah apa yang aku sembah
4. Dan Aku pun bukan seorang penyembah apa yang kamu sembah
5. Kalian pun bukan penyembah apa yang aku sembah
6. Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku




Panduan Qurban dan Pembahasannya

Oleh: Farid Nu’man Hasan

            I.  Definisi
                Secara bahasa (lughatan) atau etimologis,  Qurban berasal dari kata Qaruba – Yaqrubu – Qurban – Qurbanan, dengan huruf Qaf didhammahkan artinya bermakna mendekat. Qaruba ilaihi artinya mendekat kepadanya. Allah Ta’ala berfirman: Inna Rahmatallahi Qariibun Minal Muhsinin (Sesungguhnya Rahmat Allah dekat dengan orang-orang berbuat baik).[1]
                Secara istilah (Syar’an) atau terminologis, Qurban bermakna menyembelih hewan tertentu dengan niat Qurbah (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala pada waktu tertentu pula. [2]
                Pada masa modern, istilah Qurban telah masuk ke bahasa Indonesia yakni ‘Korban’, yakni memberikan sesuatu secara rela karena faktor cinta dan ridha. Semakin hari istilah ‘Korban’ semakin meluas, dia juga bisa bermakna menjadi penderita, seperti istilah ‘Korban gempa’, ‘Korban banjir’, dan lain-lain.

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Tulisan Populer Pekan Ini

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).