PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

SYIAH DAN PEMBEBASAN PALESTINA

Pasca KTT OKI kemarin, isu Palestina kembali mencuat ke publik Indonesia. Tak urung berbagai pihak ikut menyampaikan respon dukungan, apa pun motivasi dan ideologinya. Tentu ini sangat positif. Inilah yang namanya kemenangan nilai. Saat agenda yang kita perjuangkan, ikut didukung dan disuarakan lain barisan. Meski bukan kita yang dapat tepuk tangan.

Tak terkecuali barisan pro Syiah. Beberapa aktivis Syiah dan pendukungnya dari kalangan liberal ikut angkat suara soal Palestina. Statement-statement heroik dari mereka pun bermunculan. Sebagian malah meng-klaim sebagai donatur utama. Namun, apa benar selama ini Rafidhah lah yang membantu Hamas?

Beberapa hari yang lalu, saat acara Multaqo Dirosat 'Ulya di Madinah, Syekh Mahraan menegaskan fakta sebenarnya. Ulama muda asal Palestina itu mengatakan, bahwa Hamas selama ini memang terbuka menerima dana dan dukungan dari siapa saja demi pembebasan Palestina. Baik dari negara Barat, Komunis, apalagi Syiah. 

Hasil Keputusan Musyawarah ke I Majelis Syura PKS Masa Khidmah 2015-2020

1. Musyawarah Majelis Syura dilaksanakan pada 9-10 Agustus 2015 di Bandung dengan agenda Pelantikan Ketua Majelis Syura PKS Masa Khidmah 2015-2020.


2. Dihadiri oleh seluruh Anggota Majelis Syura terpilih dari 34 Propinsi seluruh Indonesia sejumlah 69 orang.


3. Musyawarah Majelis Syura dilandasi semangat musyawarah mufakat menetapkan Dr Salim Segaf Aljufri sebagai Ketua Majelis Syura dan Dr Hidayat Nur Wahid sebagai wakil ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera masa khidmah 2015-2020.


4. Sidang Musyawarah Majelis Syura memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada KH Hilmi Aminuddin atas keikhlasannya, pengorbanannya dan kecintaannya kepada Partai Keadilan Sejahtera selama memberikan darma baktinya sebagai Ketua Majelis Syura PKS masa khidmah 2010-2015.

"Saya Muslim, Sunni, Cinta NKRI. Saya Tolak Syiah!"
Oleh Ustadz Abdullah Haidir, Lc*

1. "Saya bukan syiah." Jalaludin Rahmat, awalnya juga ngga mengaku Syiah.... taqiyah buat mereka memang ibadah.... mau apalagi.
2. Kalau cinta NKRI ya menolak Syiah, bukan mendukungnya, atau membelanya. Mau kayak Yaman atau Irak, dicaplok mereka?
3. Kalau anti syiah dibilang mengancam persatuan dan kerukunan. Dulu yg teriak2 anti FPI, malah didukung....
4. Para ulama semisal Syekh Assibai dan terakhir Syekh Qardhawi sudah berusaha mencari titik temu dg Syiah, yg ada adalah kekecewaan.
5. Bisakah ditemukan antara kita yg menjadikan penghormatan thd sahabat Nabi sbg ibadah dg kaum syiah yg mencela para sahabat Nabi sebagai ibadahnya?
6. Masalah syiah memang bukan sekedar masalah perbedaan dalam beragama, tapi pelecehan terhadap agama.

Tokoh umat Islam mengecam penyerangan kelompok Syiah ke perkampungan Majelis Az Zikra, Ustadz Arifin Ilham, Sentul. Mereka meminta agar pihak kepolisian menindak tegas para pelaku.

"Kami mendesak kepada pihak kepolisian dan pihak yang berwenang agar menindak tegas para pelaku perbuatan pengeroyokan, penganiayaan dan penculikan di atas sesuai hukum yang berlaku," demikian pernyataan tertulis yang dibacakan sejumlah tokoh Islam di Perumahan Az Zikra, Kamis (12/2/2015).

Berikut pernyataan lengkap dan tokoh yang menandatangani pernyataan sikap tersebut:

Surat untuk presiden negeri kami tercinta Indonesia Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 
Semoga salam rahmat dan berkah Allah selalu menyertai ayahanda Jokowi tercinta...aamiin.


SubhanAllah ayahanda terpilih dan mengemban amanah Allah sebagai presiden negeri tercinta ini. Sungguh jabatan yg ayah emban hakekatnya amanah Allah yg ayah akan pertanggungjawabkan di akhirat kelak.


Ingat ayah, ayah adalah hamba Allah, seorang Muslim yang punya tugas utama mengabdikan kepada Allah sebagai "Kholifah fil ardhi" ( QS Adz Dzariyat 56).


Sadarilah ayahanda, kita semua tidak lama hidup di dunia ini, jabatan yg ayah emban juga tidak lama. Sungguh kita akan hidup selama lamanya di akhirat. Dunia ini memang sebentar tetapi menentukan keadaan kita selama lamanya, memang sebentar tetapi resikonya terlalu besar.

Kami tahu jasa-jasa Bapak SBY begitu besar. Sudah sepatutnya kami menghaturkan terima kasih untuk bapak dan terus mendoakan kebaikan untuk bapak dan sekeluarga.

Mulai dari pendidikan, kesehatan, keamanan, pertumbuhan ekonomi mengalami perkembangan pesat selama 10 tahun Bapak memimpin negeri ini. Angka kemiskinan dan pengangguran pun semakin menurun selama Bapak memerintah satu dekade.

Terima kasih Bapak SBY, kami hanya bisa membalas kebaikan Bapak dengan doa.

Sabda suri tauladan kami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَن صَنَعَ إِليكُم مَعرُوفًا فَكَافِئُوه ، فَإِن لَم تَجِدُوا مَا تُكَافِئُوا بِهِ فَادعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوا أَنَّكُم قَد كَافَأتُمُوهُ
Siapa yang memberikan kebaikan untuk kalian, maka balaslah. Jika engkau tidak mampu membalasnya, doakanlah ia sampai-sampai engkau yakin telah benar-benar membalasnya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan An Nasai no. 2568. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi).

Melihat rekaman taujih Dr. Mahmoud Zahhar, salah seorang pimpinan HAMAS yang paling dicari Israel, air mata ini tak kuat membasahi pipi. Betapa rakyat Gaza, memahami firman Allah; "Faidzaa faraghta fanshab". Usai menuntaskan satu tugas, maka songsong tugas yang lain.

Ya. Tugas perlawanan Al-'Ashf Al-Ma'kul yang dicanangkan HAMAS-Jihad Islam, sukses memupus mitos pasukan Israel yang tak terkalahkan. Pasukan dengan persenjataan didukung 11 negara produsen utama alutsista dunia. Namun semua menjadi tak berdaya, tak ubahnya daun yang dimakan ulat berserakan.

Kini target HAMAS adalah tahrir Filishtiin kulli Filishtiin (membebaskan/memerdekakan Palestina semua Palestina). Ingat bukan Tahrir yang waktu Gaza digempur 51 hari, tengah mengadakan muktamar di Libanon. Tapi tahrir di sini adalah, memerdekakan seluruh Palestina dengan jihad bersenjata plus kekuatan diplomatik dengan memenangkan kekuasaan secara demokratis walau kekuasaan itu pun tidak diakui Barat.

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Tulisan Populer Pekan Ini

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).