PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi


Ribuan massa mendatangi Monumen Perjuangan Provinsi Jawa Barat, Jl Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (10/11) siang. Massa yang berkumpul di lokasi itu bak semut yang tengah menyerbu gula. Gulanya tidak lain adalah pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Pasangan itu sengaja tampil di arena publik tersebut dalam rangka memperkenalkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jabar periode 2013-2018. Kedua pasangan itu sengaja memilih lokasi Monumen Perjuangan Jabar dengan alasan untuk mengenang dan membangkitkan semangat juang para pahlawan Jabar.

Calon gubernur petahana Ahmad Heryawan (Aher) akhirnya resmi menggandeng aktor senior dan sutradara Deddy Mizwar dalam pertarungan Pilkada Jawa Barat 2013.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq. “(Cawagub Aher adalah) Deddy Mizwar,” kata Luthfi dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Jumat 9 November 2012.
Namun dia belum menjelaskan kapan Aher akan resmi mendeklarasikan Deddy Mizwar sebagai pasangannya. Luthfi sendiri saat ini masih berada di luar negeri.
Beberapa waktu lalu, Aher memang mengakui semakin cocok dengan Deddy Mizwar. Ia bahkan menyatakan, kemungkinan mereka berduet di Pilkada Jawa Barat.
Menurut Aher, komunikasi antara dia dan Deddy Mizwar selama ini sudah lancar. “Komunikasi tidak harus tatap muka, bisa juga lewat udara. Sekarang tinggal pemantapan,” kata diaakhir Oktober 2012.

Dahlan: Masih Ada Anggota DPR yang Punya Hati Nurani

 JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan menuturkan di tengah banyaknya oknum anggota DPR yang meminta upeti kepada BUMN, masih ada anggota DPR yang berani mencegah praktik tersebut. Karenanya, Dahlan pun melontarkan pujian bagi mereka.

Menurutnya, kala menyusun laporan terkait DPR yang diduga memeras, dari 10 nama yang hendak dilaporkan, terdapat satu orang anggota DPR yang menentang adanya upeti tersebut. Orang tersebut yakni dari komisi XI DPR Zulkieflimansyah.


Ayah Bunda, pinjamkan aku hatimu sebentar, agar aku paham bagaimana letihnya engkau di balik senyuman manismu...



Selama berpuluh tahun boleh dikatakan tak ada pemimpin dari negara-negara Muslim berani berkata “tidak” dan mengkritik keras pemimpin Israel. Adalah Erdogan atau Recep Tayyip Erdogan yang berani melakukannya.
Dalam sebuah konferensi internasional di Davos, Swiss, Januari  2009,  Perdana Menteri Turki itu  berani mengkritik Israel dengan pedas dan menuding pemimpinnya sebagai pemimpin yang licik dan pembohong, serta mengatakan Perdana Menteri Israel Simon Peres membunuh anak-anak dan wanita-wanita tak berdosa di  Gaza.
Setelah berbicara, Erdogan walk out (meninggalkan) konferensi tersebut dan seluruh dunia menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh Erdogan. Itulah salah satu contoh keberanian Perdana Menteri Turki yang dijuluki “Singa Kecil” dari Negara Abdul Hamid II—khalifah Muslim terakhir yang memimpin Kekhalifahan Utsmaniyah.
Politisi yang dijuluki sebagai “Muadzin Istanbul Penumbang Sekularisme Turki” ini mampu mengembalikan masa keemasan Turki. Ia sukses mengembalikan kejayaan bangsa Turki, baik dalam hal pertahanan maupun perekonomian.

Penggunaan sistem perhitungan Islam belum dilakukan di masa Rasulullah SAW masih hidup. Juga tidak dilakukan di masa khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Secara singkat sejarah digunakannya sistem perhitungan tahun Islam bermula sejak kejadian di masa Umar bin Al-Khattab ra.

Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para shahabat dan singkat kata, mereka pun berijma' untuk menjadikan momentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah Nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.

Sedangkan sistem kalender Qamariyah berdasarkan peredaran bulan konon sudah dikenal oleh bangsa Arab sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulan Muharram sebagai bulan pertama dan Zulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelum masa kenabian.

Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Amidan mengatakan kabar yang menyebutkan Pemerintah Arab Saudi akan menghancurkan Masjid Nabawi beserta Makam Nabi Muhammad Saw adalah isu belaka. Dia menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengadu domba kalangan Muslim. Sebab, seperti diketahui di Arab Saudi kebanyakan menganut aliran Wahabi.

"Memang mau diperluas tapi kondisi makam tidak akan berubah. Selain itu kan makam ada di dalam masjid," kata Amidhan seperti dikutip merdeka.com, Rabu (31/10/2012).

Dia mengatakan, di Arab Saudi isu tersebut tak beredar. Karenanya, ia mempertanyakan asal isu itu beredar. "Enggak ada sama sekali. Tenang-tenang saja di sini," kata Amidhan yang saat ini berada di Madinah usai menunaikan haji.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga tak bakal berani melakukannya. Sebab, jika hal itu terjadi, Pemerintah Arab Saudi akan didemo seluruh umat muslim di dunia.

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Tulisan Populer Pekan Ini

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).