PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

MENINGGALKAN KEBENARAN DEMI SAKIT HATI

By. Satria Hadi Lubis

Alkisah, ada seorang anak Jepang yang (maaf) pincang kakinya sering mendapatkan ejekan dari teman-temannya. Namun si anak tetap terlihat gembira dan terus bermain dengan teman-teman yang mengejeknya. Sampai suatu ketika gurunya bertanya, "Mengapa engkau tidak sakit hati dan sedih walau diejek oleh teman-temanmu?" Sang anak yang kakinya pincang tsb menjawab dgn tersenyum, "Ibu guru, mereka boleh omong apa saja tentang aku. Tapi selama kata-kata ejekan itu tidak aku ijinkan MASUK ke dalam hatiku, maka kata-kata itu tidak ada pengaruhnya untukku".

Cerita tersebut harusnya menjadi prinsip kita dalam bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Berat memang dalam praktek, tapi bisa koq jika dilatih dengan menjaga kebersihan hati dan yakin bahwa kita tidak tergantung dengan penilaian orang lain. Yang penting teruslah berbuat baik dan merangkul orang lain. Nanti lama kelamaan anggapan mereka kepada kita juga akan berubah. Kalau pun tidak berubah, yang penting kita tetap baik di mata Allah.

TAK PERLU KAU TAHU SUSAHKU

By. Satria Hadi Lubis

Saya sempat memfoto stiker di belakang sebuah mobil bertuliskan "Tak perlu kau tahu susahku waktu di jalan. Cukup kau tahu senangku waktu di rumah."

Saya foto karena menurut saya itu quote yang menarik dan dalam maknanya. Mungkin pemilik mobil tersebut adalah seorang bapak pekerja keras yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Bersedia susah di jalan, bermacet ria untuk mencari nafkah.

Biarlah istri dan anak hanya tahu tentang bahagia dan ceria kita sebagai suami dan kepala keluarga. Tak perlu mereka tahu tentang susah dan duka kita mencari nafkah.


*Setelah Khatam Hafalan Al-Qur'an 30 Juz, Hakam dan Zaki Khatamkan Hadits Arba'in An Nawawiyah*

*SMPIT Nurul Islam Tengaran --* Akhir tahun 2016, Hakam Arkam dan M. Zaki Ash-Shidiqi, keduanya tercatat sebagai siswa kelas 9 SMPIT Nurul Islam Tengaran dengan izin Allah telah merampungkan tahfizh (hafalan) Al-Qur'an 30 juz. Terhitung masa 2 tahun mereka menyelesaikannya.

Termaktub dalam khazanah Islam bahwa sumber utama referensi syariah agama yang paling pertama adalah Al-Qur'an. Yang Allah sebut orang yang mempelajari dan mengajarkannya sebagai sebaik-baik golongan umat ini. Sumber referensi berikutnya adalah hadits Nabi saw. 

Berbakti Kepada Orangtua  [Birrul Walidain]

Ini adalah foto Akh Hudzaifah... dia adalah anak pertama dr Allahuyarham Ust. Muhamad Taufik Ridho (Mantan Sekjen PKS)... usia 24th tinggal di jerman.....alumni ponpes Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat

Semalam dia dioperasi transplantasi hati untuk ayahanda tercinta yg terbaring sejak 21 januari krn sakit liver... namun, sebelum hati itu berpindah, ayahanda diketahui mengalami infeksi usus... sehingga dada yg sdh terbuka harus dijahit kembali...

Taqdir menentukan bahwa ayahanda tercinta harus berpulang ke rahmatuLLAH pada pukul 01.05 dini hari di RSCM tgl 6 Februari 2017... jenazah dimakamkan di karawang di lingkungan sekolah Lampu Iman...

*ZAKI, Sang Juara Nasional Itu Menyelesaikan Hafalan Qur'an, Khatam 30 Juz*

Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti keluarga besar Nurul Islam Tengaran. Masjid kecil itu kembali meneguhkan untuk menjadi saksi sejarah bagi seorang santri SMPIT yang sukses menuntaskan hafalan Alqur'an 30 juz.

Muhammad Zaki Ash-Shidiqi, 14 tahun, yang kini duduk di kelas 9 SMPIT Nurul Islam Tengaran menjadi santri kedua yang sukses menaklukkan cita-citanya menjadi seorang Hafizh Alqur'an 30 juz. Setelah sebelumnya Hakam Arham, kawan sekelasnya, terlebih dahulu menuntaskan setoran hafalan 30 juz pada 23 November 2016 lalu.

Video Kompilasi Aksi Bela Islam 212:

https://www.youtube.com/watch?v=yb89lDbdDmo&list=PLuYcLd0XybDnSve9p-URzu-ID4gBndJo0

  

 

Nasyid Aksi Bela Islam 212 | Sawfa Nabqo Huna | Kami Akan Bertahan Disini

 https://www.youtube.com/watch?v=yb89lDbdDmo&list=PLuYcLd0XybDnSve9p-URzu-ID4gBndJo0

Nasyid Aksi Bela Islam 212 | Rabithah | Izzis 

https://www.youtube.com/watch?v=K5U7_8S1PHA&list=PLuYcLd0XybDnSve9p-URzu-ID4gBndJo0

Siapkan Tissu , Spesial Video HD dari udara Aksi bela islam 212 

 https://www.youtube.com/watch?v=T1kAUWuToG4&list=PLuYcLd0XybDnSve9p-URzu-ID4gBndJo0

Ayah.... Aku Lelah 
(Sebuah Refleksi ttg Perjuangan Hidup)

“Ayah, ayah” kata sang anak.

“Ada apa?” tanya sang ayah.

“Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! Aku lelah, sangat lelah.

Aku lelah karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku lelah, sangat lelah.

Aku lelah karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!

RIBUT
@salimafillah


Adalah Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah qabliyah Maghrib dan menyatakan keshahihannya. Tetapi sungguh aneh, belum pernah para muridnya menyaksikan beliau mengamalkan ibadah tersebut.

"Mengapa?", tanya mereka.

"Sebab penduduk Baghdad telanjur mengambil pendapat Imam Abu Hanifah", ujar beliau, "Yang menyatakan tiadanya shalat qabliyah Maghrib. Kalau aku mengamalkan hal yang berbeda, niscaya akan menimbulkan keributan di antara mereka."

Meninggalkan suatu sunnah yang diyakini keutamaannya demi terjaganya harmoni masyarakat ternyata adalah 'amal utama.

Anak perempuan itu usianya baru 11 tahun.. bajunya lusuh. Dia diantar ayahnya berobat di poliklinik LKC, (layanan kesehatan cuma-cuma) di kawasan Ciputat.

Ayahnya kerja serabutan..kadang jadi buruh bangunan, kadang jadi pedagang asongan. 

Suatu ketika ayah dan anak itu saya ajak bareng pulang naik Datsun putih, sedan tua kesayangan saya, karena kebetulan arah kami sama. 

Sebelum mereka turun saya mampirkan dulu ke sebuah rumah makan di dekat perempatan jalan tempat kami akan berpisah...


"Ayo kita makan dulu ya pak.."

"Wah ngga usah pak dokter...biar kami terus pulang saja.. sudah malam.." kata ayahnya..

"Sudahlah ngga perlu sungkan..Saya laper banget nih.. bapak dan adik ini pasti belum makan juga kan... ayo ngga papa... temani saya makan ya.. silakan pesan..."


10 BINTANG AL-QURAN
(Bagaimana jika 10 anak kita hafal quran? Ini kisah nyatanya!)

SAAT BANYAK ANAK MUDA YANG NGGAK JELAS TUJUAN HIDUPNYA
SAAT BANYAK ORANG TUA YANG TAKUT TIDAK BISA MENDIDIK PUTRA PUTRINYA
Ternyata masih ada teladan luar biasa bagi kita bersama.

Subhanallah, jadi teringat buku yang sudah lama saya baca. Hari ini saya sharingkan untuk Sahabat. Ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi.

Nama saya Tan Hok Liang, tapi biasa dipanggil Kok Lien. Saya dilahirkan di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 1 Oktober 1957, sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara. Pada umur 8 tahun saya masuk SD Tebing Tinggi. Ketika saya sedang senang senangnya menikmati dunia pendidikan, tiba-tiba dunia sakolah terpaksa saya tinggalkan karena ibu menyuruh saya berhenti sekolah. Jadi, saya hanya tujuh bulan menikmati bangku SD. Mulai saat itulah saya menjadi tulang punggung keluarga. Saya sadar, mungkin inilah garis hidup saya. Saya terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah untuk bekerja membantu mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari

Pada usia 12 tahun, saya mulai merantau dan menjadi anak jalanan di Terminal Tebing Tinggi. Sehari-hari saya menjadi calo, mencari penumpang bus. Suatu ketika, saya berhasil mencarikan banyak penumpang dari salah satu bus. Tapi entah mengapa, tidak seperti biasanya, saya tidak diberi upah.

Sebuah amplop putih berisi undangan menjadi pembicara sebuah seminar berada di tanganku. Dengan hati-hati aku robek amplop itu untuk mengeluarkan isinya, sebuah kertas HVS yang terlipat. Saat kubuka kertas itu aku menemukan namaku, Adi Saputra, sebagai pembicara dengan topik "Al-Qur'an menolak Pluralisme" di salah satu baris di antara deretan huruf-huruf yang membentuk isi surat.

Aku menghadapkan wajahku pada orang di depanku. "Baik. Insya Allah bisa." Ujarku sambil tersenyum.

"Makasih banyak, bang. Makasih banyak." Senyum orang di depanku lebih lebar. Terasa seperti senang mendengar kesediaanku.

"Siapa aja pembicara yang diundang?"

"Dari LSM Kajian Pluralisme Indonesia, ada Pak Hendrawan."

Cahaya Yang Tersenyum | Mengenang, 2 Tahun Wafatnya Sang Muharrik Dakwah


“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggudan mereka tidak merubah (janjinya)” QS.Al Ahzab:23


Dua tahun sudah sejak kepergian Ustaz Nurhuda Trisula, Muassis (pendiri) dakwah Kalimantan Timur yang lewat tangannya, hidayah Allah menyentuh sanubari ribuan manusia. 28 Januari 2012, beliau wafat setelah mengalami stroke untuk kedua kalinya. Cukuplah kematian menjadi nasihat terbesar, dan cukuplah perjalanan hidup beliau menjadi hikmah.

Katakan: Tidak Menjadi Ranting Kering Tarbiyah
By: Nandang Burhanudin
*****

Liqaat menghadirkan rasa yang tak biasa
Seminggu berlalu, jiwa dibalut resah lara
Lelah berubah syahdu dan semangat menggelora
Letih berbuah hamasah yang menyemburatkan asa

Di taman itu kami duduk mengkaji mimpi
Mimpi besar yang menggeliat mencipta aksi
Mengusir khayal kelabu yang mengilusi
Membersihkan awan yang mengkabut mentari

Di taman itu kulihat tak sedikit pohon yang meranggas
Tak kuasa menghadapi perubahan musim yang teramat ganas
Daun-daun harapan gugur sebelum musim panas
Sebagian membakar diri dan mematikan tunas-tunas

Nestapa Umat Islam
By: Ustd. Nandang Burhanudin
****
 

Umat Islam di sepanjang zaman
Hidup diburu laksana hewan
Timur dan Barat membantai bergantian
Seakan muslim itu bukanlah insan

2013 adalah tahun paling tragis
Semua negara Islam bertekuk lutut pada AS-Inggris
Bersimpuh patuh pada Zionis
Dari Mekkah-Jakarta-
Cairo-hingga KhanYounis

Menjadi Kader "Laa Syai" (Dianggap Nothing)
By: Nandang Burhanudin
****
Dalam setiap perjuangan berjamaah, kita diperlihatkan pelbagai fragmen tipe-tipe pejuang. Ada pendiri sebuah ormas-parpol-yayasan-jamaah-komunitas-DKM, namun kemudian menjadi "musuh" dan lawan antagonis yang membenci secara simultan. Berawal dari cinta tidak ada matinya, di kemudian hari berubah menjadi benci tiada henti!


Ada juga fragmen pribadi yang dianakemaskan, dibina dengan sentuhan-sentuhan tangan magis, "dibesarkan", "ditokohkan", bahkan "diberi ruang gerak yang lebih". Namun di kemudian hari, ia menjadi The Jobwhat. Tidak mengerti apa yang harus dilakukan dan misi apa yang harus diperjuangkan. Di awal ia selalu di depan! Namun pada akhirnya ia menjadi yang selalu ketinggalan!

Pesan Asy-Syahid (Atas Izin Allah) Walid Qandil, Syuhada Rab'ah Kepada Kaum Ambigu dan Aktivis Pasif
By: Nandang Burhanudin
****

Walid Qandil, sosok muda ceria yang menjadikan Islam sebagai way of life nyata, tidak sekedar propaganda mulut berbusa. Lahir dengan nama Abdullah Qandil, tanggal 5 September 1976. Lulus SMS dari Sekolah Militer angkatan 94/95, lulus Fakultas Perdagangan Univ. Kairo tahun 1998, meraih gelar CPA dari Amerika. Setelah itu ia pulang ke MEsir dan bekerja di perusahaan Hazem Hasan selama 1 tahun. Setelah itu ia bekerja di Yaman, Saudi Arabia, Abu Dhabi. Lalu pulang kembali ke MEsir dan bekerja di perusahaan IT sebagai akuntan. Belajar ilmu syariah dari Syaikh Muhammad Amr Abdullatif SYaikh Hadis di Mesir dan belajar Fiqh dari Syaikh Mamduh Jabir.


 
Putriku tercinta dan guruku yang mulia.. Asma al-Beltaji, aku tidak mengucapkan selamat tinggal padamu, tapi kukatakan bahwa besok kita akan bertemu lagi.

Kau telah hidup dengan kepala terangkat tinggi, berjuang melawan tirani dan belenggu serta mencintai kemerdekaan. Kau telah hidup sebagai seseorang yang diam-diam mencari cakrawala baru untuk membangun kembali bangsa ini, memastikan tempatnya di tengah-tengah peradaban.

Kau tidak pernah dijajah oleh perkara sia-sia yang menyibukkan para remaja se usiamu. Meskipun pendidikan tidak mampu memenuhi aspirasi dan ketertarikanmu, kau selalu yang terbaik di kelas

Aku tidak punya cukup waktu untuk membersamaimu dalam hidup singkat ini, terutama karena waktuku tidak memungkinkan untuk menikmati kebersamaan denganmu. Terakhir kali kita duduk bersama di Rabaa Al Adawiya kau berkata padaku, "Bahkan ketika Ayah bersama kami, Ayah tetap sibuk" dan kukatakan "Tampaknya bahwa kehidupan ini tidak akan cukup untuk menikmati setiap kebersamaan kita, jadi aku berdoa kepada Tuhan agar kita menikmatinya kelak di surga."


"Syuhada Rabaa" Foto Pengantin Baru Paling Menyedihkan di Mesir Menurut Reuters

Foto diatas adalah salah satu syuhada diantara ribuan yang gugur pada pembantaian junta militer Mesir saat pembumihangusan

Medan Rabi'ah Al-Adawiyah (14/8/2013). Foto ini oleh Reuters disebut foto pengantin baru yang paling menyedihkan di Mesir. Para syuhada telah menunaikan dan membuktikan janjinya dihadapan Allah, mereka hidup disisiNya dengan penuh kebahagiaan. Yang ditinggal pun tetap tegar dengan keyakinan bahwa kelak mereka akan dipertemukan kembali di jannahNYa.


Berikut, salah satu ungkapan istri syuhada, Asmaa Hussein, yang suami-nya Amr Mohammed Kassem diantara ribuan syuhada Mesir. Suamiku, Amr Mohamed Kassem kembali ke pangkuan Tuhannya pada usia 26 tahun. Ia ditembak peluru tajam di dagunya hingga menembus leher. Ia gugur ketika mengikuti unjuk rasa di Alexandria, untuk menuntut keadilan bagi semua yang telah dibantai secara biadab oleh pasukan militer pada hari-hari dan pekan-pekan sebelumnya di seluruh penjuru Mesir.

”Negara kita akan sentiasa dalam keadaan baik”

Sedikitpun aku tidak merasa kehilangan atas kabar kesyahidan suamiku yang aku sayangi. Sebelum kesyahidannya kami sempat berbicara melalui telefon di mana aku berkata kepadanya, ”Tenangkanlah diriku yang risau akan keadaan kalian di sana’’.

Dia menjawab dengan tenang,”Semuanya dalam keadaan baik”.

Kataku lagi kepadanya,”Aku terdengar bahwa di sana berlakunya pertempuran tembak-menembak”.

Balasnya dengan tenang,”Semuanya dalam keadaan baik”.
Tambahku lagi,”Tersebar berita bahwa di sana, dua orang telah gugur syahid”.
Jawabnya ,”Mereka berdua juga dalam keadaan baik”. Air mata membasahi pipiku.

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).