PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Hakikat Tarbiyah
****

"Stad, afwan nih mau nanya, inti dari tarbiyah itu apa? Terus indikasi sukses tarbiyah seperti apa?", tanya seorang mahasiswa.

"Sudah berapa lama ikut tarbiyah?", tanya sang ustad kalem.

"Ya, 7 tahun. Dari awal kuliah hingga sekarang", sang mahasiswa datar menjawab.

"Waduh. Tarbiyah dah 7 tahun...sekarang lagi ngambil master ya?", tanya sang ustad bangga.

"Ooh...belum stad...belum selesai. Ini nyangkut diskripsi. Kawan-kawan sich dah ada yang kerja, nikah, bahkan lagi sambung doktor!", sang mahasiswa tertunduk.



U: "Nah...ini nih...pasti ada yang salah. Sibuuk apaan sich, lama banget kuliahnya?"

M: "Sibuk berdakwah!"
U; "Ciussss...enelan?" Sang ustad garuk-garuk kepala, duduk pun bersandar ke dinding, sembari menarik nafas daleeeem.

M: "Betul..."
U: "Gini akhi, tarbiyah hakiki mencakup 2 makna. Satu; an-numuww (pertumbuhan). Dalm arti, hubgungan dengan Allah semakin meningkat dalam hal apapun. Ibadah yaumiyyah, zikir, tilawah, dll. Kedua, az-ziyadah (pertambahan), maknanya bertambah teman, saudara, kenalan, dan tentu akses. Jadi tarbiyah yang sukses adalah tarbiyah yang bisa membuat mutarobbi meningkat hubungan dengan Allah, dan naik bertambah derajat di hadapan manusia berkat amal shalih dan kebajikan."

M: "Saya produk gagal dong stad!"

U: "Ah ndak juga. Tarbiyah itu ndak pernah melahirkan produk gagal, yang ada itu produk belum mateng atau terlalu mateng. Produk yang tidak produktif!"

M: "Yang sukses banyak ya stad?"

U: "Banyak. Yang penting standarnya tumbuh dan tambah.
Ada yang dulu badannya kurus, hitam. Sekarang setelah tarbiyah jadi bersih, gemuk, dan berjodo."

M: "Kalau gitu ustad termasuk yang mana? Tumbuhnya iya...tapi belum tambah!"

U; "Kamsudnya? 89(3#+$"


0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).