PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

PKS Bukan yang Terbaik
By: Nandang Burhanudin
***

"Kok rajin bikin tulisan PKS pak? Emang PKS yang terbaik ya?"

"Ah nggak pak. PKS bukan yang terbaik. Tapi setahu saya, PKS, partai yang pengurus dan anggotanya positif banyak yang baik."

"Saya gak suka PKS. Orang-orangnya fanatik."

"Oh ya! Emangnya di dunia ini bersih dari fanatik gitu pak? Suporter klub sepakbola aja, ada yang rela mati. Bahkan pendukung salah satu partai siap cap jempol darah. Saya fikir, fanatik hal manusiawi. Namun kader-kader PKS rata-rata fanatiknya konstruktif positif."

"Wah muji melulu. PKS mah hobi mendominasi apapun."



"Spirit dominan itu ada di semua kalangan pak. Bahkan sebenarnya kasian liat orang-orang PKS. Serba dipersulit. "

"Maksud? Persulit bagaimana?"

"Ya banyak deh. Contoh: kalau ada PNS\staf baik di dalam maupun LN, aturan mainnya kan tidak boleh jadi kader aktif di partai. Nah aturan ini hanya boleh untuk kader PKS. Kalau kader lain mah boleh. Sampai-sampai ada calon staff berkualitas. Bahasa asing mumpuni. Rapih. Smart. Terampil. Loyal an amanah. Tipe demikian dipersulit masuk, hanya terindikasi kader PKS."

"Oh ya...kok gitu, gak adil dong namanya!"

"Ya itulah fakta. Kalau difikir-fikir, rugi pak jadi kader dan pengurus PKS. Kalau hanya standar dunia, jadi kader PKS itu Gak ada untungnya. Dianggap kafir oleh HT-Salafy. Dianggap a-nasionalis dan munafik oleh Liberal-sekuler. Dituntut sempurna oleh orang umum. Terpeleset sedikit, langsung dihardik."

"Bener juga sich! Sampai-sampai ada yang nyebut Partai Korupsi Sapi ya... Golkar-demokrat-gerindra-PKB-PBB-PPP-PDIP singkatannya apa kalau gitu?"

"Nah entu pak...tapi AYTKTM!"

"Apaan pak AYTKTM?"

"Apapun Yang Tercemari, Kami Teteep Membersihkan diri."

"Wah... Kalau gitu, saya sumbang suara nanti"

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).