PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi


Padalarang - Salah seorang korban kecelakaan di ruas tol Cipularang KM 117.700, diketahui sebagai salah seorang kader PKS, Muhammad Haris. Kabar duka tersebut membuat pengurus partai berlambang bulat sabit dan padi itu menyampaikan belasungkawanya.

Korban Muhammad Haris merupakan Kader DPD PKS Kota Bekasi. Haris juga terdaftar sebagai Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bekasi dan juga Bendahara umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)


"Beliau merupakan pemilik merek batik Sinar Hadi dan mensuplainya ke Pasar Baru Bandung. Jadi setiap hari Selasa, dia ke Bandung. Beliau juga merupakan pengusaha restoran ayam lepas, cabangnya juga ada di Kota Bandung," ujar Wakil Sekretaris Umum DPW PKS Jabar Otang Suparlan.

Tak hanya Otang, Ketua DPW Jabar Tate Qomarudin pun mengaku kehilangan. Menurutnya, Haris merupakan pribadi yang pintar dan pantas dijadikan panutan bagi kader-kader PKS lainnya. "Jelas kita kehilangan. Beliau merupakan salah satu kader terbaik yang kita miliki," tutur Tate.

Sementara satu korban lain yakni seorang Reporter Radio Dakta bernama Yeni Puspitasari (33). Yeni sempat dilarikan ke RS Cahaya Kawaluyaan (RSCK) Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Namun, Yeni tidak bisa diselamatkan akibat luka yang dideritanya cukup serius.

"Waktu datang, Yeni masih dalam keadaan kritis. Korban sempat mendapat perawatan sekitar 5 menit," kata Koordinator security RSCK Durachman saat ditemui wartawan, Selasa (7/8/2012).

Diungkapkan Durachman, kondisi luka kedua korban cukup parah dibagian kepala. Haris mengalami pecah kepala di sebelah kiri, sementara Yeni mendapat luka mengaganga di pelipis sebelah kanan.

"Dari informasi yang didapat Jasa Marga, mobil menabrak truk yang sedang mogok yang ke arah Bandung," tegasnya.[ang]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).