PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Istri Syekh Yusuf Al-Qaradhawi Meninggal DuniaIstri Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, ketua Ikatan Ulama Muslim Internasional, dan ibunda Abdel Rahman Al-Qaradhawi, seorang penyair ternama dari Mesir, Kamis (22/6) pagi kemarin meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.
Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, melaui akun twitter-nya mengabarkan kematian istri pertamanya, Ummu Muhammad, “Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un (kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) telah berpulang ke rahmatullah istri yang penyabar, Ummu Muhammad setelah menderita sakit yang begitu lama.

Hanya kepunyaan Allah semua yang telah Dia berikan, dan hanya kepunyaan-Nya pula segala yang Dia ambil. Dan segala sesuatu ada ukuran (takdir) di sisi-Nya.”
Abdel Rahman Yusuf juga memberitakan kematian ibundanya melalui akun twitter, “Telah berpulang ke rahmatullah pagi ini (kemarin-red) ibundaku yang tercinta. Semoga Allah memberikan pahala atas kebaikan yang telah dia tanamkan dalam jiwa anak-anaknya, cucu dan cicitnya, dan semoga Allah menjadikan surga sebagai tempat kembalinya.”
Ucapan belasungkawa pun disampaikan oleh banyak ulama, di antaranya Dr. Salman Fahd Audah, Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Ulama Muslim Internasional, “Kami mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam kepada Syekh Yusuf Al-Qaradhawi atas meninggalnya istri beliau, Ummu Muhammad, dan kepada semua putra putri beliau. Semoga Allah mengaruniakan kesabaran kepada anda semua, dan semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada almarhumah. Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un (kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali),” kata dia dalam akun twitter-nya.

 
Rep/Red: yumroni
Sumber: islammemo
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).