PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Mana Suaramu, wahai pejuang khilafah saat 4 Muslimah Mesir dibunuh karena melawan saat hendak diperkosa?

Mana simpatimu, saat masjid-masjid dikepung di dalamnya ada ratusan ibu-ibu dan anak-anak?

Mana empatimu, ketika ratusan orang menemui ajal?

Saya orang hina dan biasa saja menyempatkan diri untuk mendoakan dan mengirimkan dukungan melalui FB dan sosmed lainnya? Sedang kalian, apa yang kalian lakukan selain melahap berita-berita dari kaum LIberal-Sekuler dan muslim prokudeta?

Dimanakah kalian dari hukum-hukum Syariah tentang haramnya menghilangkan nyawa, melecehkan kehormatan, menggoshob harta?

Dimanakah kalian dengan ayat-ayat dan hadis-hadis seputar muslim itu bersaudara, bila satu sakit maka yang lain akan merasakan sakit?

Dimanakah kalian dengan slogan yang kalian tebar, di era Khalifah Mu'tashim saat seorang muslimah dijahili seorang Yahudi, Khalifah mengirimkan pasukan? Dimanakah pasukan kalian itu?

Apakah kami harus membai'at sang amir yang majhul itu, baru kami mendapat simpati?

Apakah kami harus mewiridkan kata khilafah ... khilafah .. khilafah baru kalian berempati?

Apakah kami harus mengibar-ngibarkan bendera Laa Ilaaha Illaallah yang berwarna hitam dan putih baru kalian rela mendoakan?

Sudahkah berani mengirim pernyataan sikap terhadap Jenderal As-Sisi? Atau kalian takut? Atau kalian bersembunyi di balik ketiaknya As-Sisi yang ibunya Yahudi?

Sudahkan kalian mengirimkan utusan untuk melarang Presiden Adli Manshur yang ibunya seorang WN AS dan seorang Komunis?

Hasbunallaahu wani'mal Wakiil ....
[Ust. Nandang Burhanudin]
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).