PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Jika ingin bertanya tentang kekuatan kata-kata, tanyalah Pak Hamid. Lelaki yang telah sepuh ini menjadi saksi hidup, bagaimana perkataan seorang ayah menjadi kenyataan terhadap anaknya. Seorang bocah lelaki berusia tiga tahunan. Menangis sejadi-jadinya. 

Tidak bisa dibujuk dengan apa pun. Entah menginginkan apa. Sehingga, apa yang dilakukan bocah tersebut mengundang kemarahan dari sang ayah.“Siah kunaon sih bedegong-bedegong teuing. Ceurik jiga kitu teu beunang diupahan. Rek jadi gubernur kitu?” (Kenapa sih kamu ini susah amat! Nangis seperti itu tidak bisa didiamkan? Emangnya kamu mau jadi gubernur?” 

Waktu itu hujan rintik-rintik. Bocah lelaki yang tidak mempan dibujuk itu rupanya ingin turut serta ke sawah. Padahal, hari tengah hujan. Pak Pepen Effendi yang tidak ingin anaknya sakit tentu saja melarang. Namun, sang anak berkeras ingin ikut.Pak Hamid, seorang panyawah di keluarga Pak Pepen, akhirnya tidak tega membiarkan bocah itu menangis terus. 


Ia pun membujuk Pak Pepen agar bocah itu dibawa saja. Tidak apa-apa, kalau Pak Pepen enggan membawanya, Pak Hamid siap menggendong.Hujan belum reda. Pak Hamid menggendong bocah tiga tahunan yang mulai reda tangisnya itu menyusuri pematang sawah. Karena khawatir si bocah kehujanan, Pak Hamid berjalan agak cepat. 

Sambil menggendong, ia juga memanggul cangkul. “Eta budak kabawa ajrut-ajrutan. Nepi ka ingus-na teh nempel di tonggong,”kenang Pak Hamid. Sampai saat ini, Pak Hamid masih setengah tidak percaya atas skenario hidup yang dimainkan-Nya. 

Bocah tiga tahun yang keras kepala itu, yang disumpahi ayahnya “rek jadi gubernur, lain?” akhirnya benar-benar menjadi seorang gubernur. Bocah kecil itu adalah Ahmad Heryawan yang semasa kecil SD, beliau Asep nu kasep juga pernah berjualan pisang goreng !.


1 komentar:

sudah terbit versi audiobukunya di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.audiobuku

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).