PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Tarbiyah Tak Pernah Berubah
By: Nandang Burhanudin
***

Jika saja boleh berandai
Satu hati dengan orang shalih yang pandai
Kuberharap, tarbiah itu awal memulai
Mengharap ridha Allah bukan sekedar nilai

Kini gerakan tarbiyah tengah dilanda badai
Tak sedikit yang terkapar lunglai
Karena kualiatas tarbawi yang lama gemulai
Datang-pergi-hadir-duduk hanya sekedar cari damai



Sahabat, rintik-rintik hujan diakhir senja
Sedikit banyak tlah meredupkan sinar surya
Bulir-bulir air hujan tak lagi menyapa dahaga
Karena media hanya berpihak pada propaganda

Namun alam mengajarkan
Tak ada yang larut dalam kesepian
Hujamkan terus cita dan harapan
Karena pelangi selalu datang setelah hujan

Ingatlah, indah pelangi hadir
Seiring alfahmu-atstsiqoh-al'amal yang tak pernah mangkir
Apalagi larut dalam kubangan kibir
Menyalahkan keadaan dan terus mencibir

Ingatlah, tarbiyah tidak dilihat dari marhalah
Tidak pula dilihat dari posisi jundi atau qiyadah
Tidak pula dilihat dari status sosial atau makhluk antah berantah
Tarbiyah sejati hadir berpadu dalam suka maupun musibah

Kita berhimpun karena Lillaah bukan Lil-Jaah
Kita berjuang karena I'laau Kalimatillah
Tegurlah bila ada yang khilaf atau salah
Toch tarbiyah mengajarkan tak boleh banyak berkilah

Tegurlah saat pola hidup berubah dan makin wah
Atau lupa akan tugas utama berdakwah
Di istana, parlemen, rumah, bahkan hotel yang mewah
Sadarlah di balik sukses qiyadah ada keringat, airmata, dan darah
Para kader tarbiyah yang nampak pasrah

Sahabat, tarbiyah itu seperti gerimis datang selalu hadirkan kenangan
Saat pelangi terbentang seolah kenangan itu terulang,
Tarbiyah itu tak ubahnya warna-warni pelangi yang menawan
Selalu ada arti walau ia tak sesempurna mentari
Sejatinya tarbiyah tak pernah kenal berhenti apalagi mati suri 




0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).