PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Mesir Ber-'Izzah dengan Demokrasi
By: Nandang Burhanudin
***

Demokrasi itu baru memberi manfaat untuk siapa saja yang baru mengakhiri kejahilan dalam dirinya. Namun demokrasi yang diberikan kepada orang jahil, tak ubahnya memberikan senjata kepada orang gila.

Perhatikan foto berikut! Kita akan terbelalak. Siapakah yang difoto bersama keledai dan masih "kumuh" sebagai petani biasa? Ya, ia adalahnya kakak kandung Presiden Moursi. Jelas sudah, Moursi tidak pernah memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya diri atau "abuse of power" demi memaksakan anggota keluarganya menjadi "PENIKMAT DEMOKRASI". Moursi mendedikasikan hidupnya, benar-benar untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

Sekedar informasi, DR. Ahmad Emara menyampaikan prestasi Moursi dalam seminggu, 3-10 April. Hasil jaulah (jelajah) dan safari politiknya ke luar negeri menghasilkan kesepakatan-kesepakatan berikut:

1. Qatar menghibahkan 3 Milyar Dollar, menggratiskan 2 juta Gaz Elpiji, dan membatalkan jaminan bagi perusahaan-perusahaan Mesir yang bergerak di bidang pertambangan di Qatar.

2. Sudan menyediakan 1500 hektar lahan gandum untuk swasembada gandum di Mesir.

3. Presiden Turki melakukan opening ceremony di Kawasan Industri Turki di Mesir.

4. Pemerintah Libya menyetujui untuk menitipkan 2 Milyar Dollar AS di Bank Central Mesir, sebagai wadi'ah.

5. Kepala Staf Gabungan Bersenjata Mesir dilantik menjadi penasihat militer Libya, dalam rangka membentuk kembali militer Libya.


Semua prestasi itu bak lenyap di telan bumi, terutama tidak diberitakan di media-media yang dikuasai oleh kaum sekuler-liberal-muslim ambigu. Jadi ternyata demokrasi di tangan orang-orang shalih yang berjiwa besar, terbukti ampuh untuk mengantarkan kekuasaan yang diraihnya dalam membangun masyarakat berkeadilan. 
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).