PERINDU SYURGA

Hati bersatu karena kerinduan pada Illahi

Ulil Lontarkan Hinaan ke PKS karena PKS Tolak RUU Pembatasan Anak

Ulis Abshar Abdalla yang merupakan pendiri dan aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) dan juga politisi Partai Demokrat ini melontarkan ucapan sarkasme (sindiran menghina) kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pernyataan sarkasme tersebut ditulis dalam akun twitternya. @ulil. "Ngga bagus untuk kader PKS," tulis @ulil mengomentari tulisan sebuah media online, "Perempuan Ramping dan Semampai Lebih Berpeluang Punya Banyak Anak".

Ucapan Ulil tersebut lantaran PKS memperjuangkan agar RUU Pembatasan Anak yang diusung oleh DPR, untuk tidak disahkan. RUU Pembatasan Anak adalah usaha untuk menekan angka
kelahiran yang bisa menyebabkan Indonesia malah kekurangan generasi selanjutnya.



Pemerintahan takut jika penduduk Indonesia semakin meningkat, saat ini angka kelahiran mencapai 1,49 persen atau 4-5 juta jiwa/tahun. Alasannya, jika tidak dikendalikan maka ditakutkan penduduk Indonesia bisa mencapai satu Miliar dalam waktu kurang dari 100 tahun.

Melihat pemerintahan yang pernah membuat UU mengenai Pembatasan Anak, seperti Pemerintah Cina, sekarang ini sudah dicabut oleh Pemerintahan Cina.

Dikarenakan saat ini Pemerintahan Cina takut kehilangan generasi setelah melihat angka kelahiran bayi-bayi yang semakin sedikit.

Cina yang berpenduduk 1,24 milyar orang, akhirnya mengontrol penduduknya dengan UU Pembatasan Jumlah Anak sejak tahun 1979.

Hingga akhirnya, Cina di tahun 2012 takut kehilangan populasi dari genarasinya yang semakin menyusut, karena berdasarkan penelitian pemerintah, bahwa warga Cina sudah semakin tua, akan tetapi generasi yang dilahirkan tidak sebanding jumlahnya. [suaranews]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Perindu Syurga

Perindu Syurga
Cinta Kerja Harmoni

Arsip Tulisan

About Me

Followers

Pageviews

Hikmah Hari Ini

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.” (Muhammad Mursi).